Wednesday, November 2, 2011

ANTARA KONFLIK , ETIKA DAN KASUSNYA

        
         Akhir akhir ini kian banyaknya berita yang disajikan di media televisi maupun media koran yakni tentang konflik dimana konflik yang terjadi antara perusahaan dengan para karyawannya. sebelum kita lebih jauh membahas , taukah anda apa itu konflik itu sebenarnya ? mari kita beri sedikit penjelasannya sebelum menganalisi tentang suatu masalah konflik


          Konflik itu sendiri berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. sedangkan untuk. Munculnya konflik dalam organisasi tidak selalui bersifat negatif. Konflik bisa dijadikan alasan untuk mengadakan perubahan dalam keorganisasian.Komunikasi antarkaryawan yang berlangsung tidak sempurna dapat menimbulkan konflik. Ada beberapa faktor yang biasanya menjadi penyebab ketidaksempurnaan proses komunikasi, di antaranya kurang trampilnya karyawan dalam berkomunikasi, kurangnya rasa hormat antarkaryawan, perbedaan persepsi terhadap suatu hal, perbedaan perilaku yang sulit diterima, ataupun adanya perbedaan kepentingan karyawan. Apapun penyebabnya, konflik karyawan pasti akan menyebabkan turunnya kinerja.Untuk itu konflik harus segera diselesaikan atau diminimalisasi dampaknya agar organisasi tidak terugikan. lalu contoh konflik yang akhir akhir ini menjadi perbincangan yang terjadi ada dua kasus
kasus 1
JAKARTA, KOMPAS.com - Para pekerja Freeport-McMoRan Copper Gold Inc (FCX) di pertambangan Grasberg, Indonesia, berencana lakukan mogok kerja selama satu bulan, terhitung sejak tengah malam tadi, Kamis (15/9/2011). Ini dilakukan karena penolakan kenaikan gaji yang diajukan serikat pekerja.
 kasus 2
 VIVAnews - Garuda Salah Manajemen, Pilot Ancam Mogok Kebijakan itu adalah penempatan tenaga yang tidak kompeten dalam bidangnya. Jum'at, 22 Juli 2011, 10:54 WIB
" Asosiasi Pilot Garuda Indonesia mengancam mogok. Ancaman ini dilontarkan karena maskapai tempat mereka bekerja dinilai sudah menyimpang dari standar penerbangan nasional Indonesia. Garuda Salah Manajemen, Pilot Ancam Mogok Kebijakan itu adalah penempatan tenaga yang tidak kompeten dalam bidangnya". Jum'at, 22 Juli 2011, 10:54 WIB
Dari kasus konflik manajemen atau perusahaan dengan karyawan, ada dua diagnosis masalah. Pertama, soal komunikasi. Ada kemungkinan pihak manajemen tak dapat mengomunikasikan perubahan dengan baik. Pada kasus Garuda, umpamanya, manajemen menginginkan efisiensi dan kontribusi, sementara karyawan melihat kedua hal ini dengan paradigma yang berbeda. lalu Diagnosis kedua, masalah kepercayaan (trust). Saya kira justru di sinilah letak akar permasalahannya. Masalah komunikasi lebih sering tampil sebagai gejala. Menyelesaikan masalah komunikasi mirip memberikan obat sakit kepala pada penderita sakit kepala. Sakit kepalanya memang akan hilang pada saat itu, tapi boleh jadi akan muncul kembali begitu efek obat menghilang ini terjadi pada kasus freeport  diamana kurangnya perhatian penguasa freeport terhadap kesejahteraan, alhasil terjadilah konflik yang ada diberita diatas tadi. 

Etika bisnis tidak terbatas hanya mengetengahkan kaidah-kaidah berbisnis yang baik (standar moral) dalam pengertian transaksi jual beli produk saja. Etika juga menyangkut kaidah yang terkait dengan hubungan manajemen dan karyawan. Apa karakteristik yang lebih rinci dari masalah deviasi etika bisnis seperti itu di dalam perusahaan? Yang paling nyata terlihat adalah terjadinya konflik atasan dan bawahan. Hal ini timbul antara lain akibat ketidakadilan dalam penilaian kinerja, manajemen karir,  manajemen kompensasi, dan sistem pengawasan dan pengembangan SDM yang diskriminatif. Semakin diskriminatif perlakuan manajemen terhadap karyawannya semakin jauh perusahaan menerapkan etika bisnis yang sebenarnya. Pada gilirannya akan menggangu proses dan kinerja bisnis perusahaan. Namun dalam prakteknya pembatasan sesuatu keputusan manajemen itu etis atau tidak selalu menjadi konflik baru. Hal ini karena lemahnya pemahaman tentang apa itu yang disebut etika bisnis, masalah etika, dan lingkup serta pendekatan pemecahannya. 
Bentuk akibat penyimpangan etika bisnis internal perusahaan antara lain terjadinya ketegangan diametris hubungan atasan dengan bawahan.  Seperti diungkapkan di atas hal ini terjadi karena ketimpangan antara lain dalam  proses penilaian kinerja, standar penilaian, dan perbedaan persepsi atasan-bawahan tentang hasil penilaian kinerja. Selain itu ukuran atau standar tentang karir sering tidak jelas. Dalam hal ini pihak manajemen memberlakukan tindakan yang tidak adil. Mereka menetapkan nilai sikap, gaya hubungan kepada atasan, dan loyalitas kepada atasan yang tinggi lebih besar ketimbang nilai kinerja faktual karyawannya. Kasus lainnya adalah diterapkannya model nepotisme dalam penseleksian karyawan baru. Pertimbangan-pertimbangan rasional diabaikan. Termasuk dalam proses rekrutmen internal. Jelas saja mereka yang potensial tersisihkan. Pada gilirannya akan terjadi kekecewaan karyawan yang unggul dan kemudian keluar dari perusahaan.
hal ini kelihatannya relevan dengan apa yang dibahas oleh Daniel de Faro Adamson dan Joe Andrew dalam buku mereka yang terbaru (terbitan 2007) yaitu ” The Blue Way”, yang membahas bagaimana mitos yang mengatakan bahwa kalau mau sukses berbisnis maka jangan memikirkan etika. Ternyata hasil riset mereka menunjukkan sebaliknya, di mana “ternyata etika adalah kunci sukses berbisnis dalam jangka panjang”.

SUMBER:
http://swa.co.id
http://ronawajah.wordpress.com/2007/12/26/penyimpangan-etika-bisnis-internal/
http://nasional.vivanews.com/news/read/235012-garuda-salah-manajemen--pilot-ancam-mogok
http://regional.kompas.com/read/2011/09/15/09025427/Mulai.Hari.Ini.Karyawan.Freeport.Mogok.Kerja
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik
http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=149922&actmenu=44

No comments:

Post a Comment

Followers