Saturday, April 10, 2010

Lotte Departement Stores -kasus 3-


* Review :
Bagaiamana suatu konsep strategi jitu suatu perusahaan asal korea yang mengunakan visi dan misi ampuh dalam membangun kekuatan perusahaan sehingga dapat terbukti dari adannya beberapa departement store dan cabang cabangnya

*latar belakang :
mempelajari bagaimana konsep visi dam misi perusahaan LOTTE dalam membangan perusahaan dan bagaimana cara perusahaan meramu strateginya

*topik masalahnya :
Filosofi bisnis yang berorientasi pelanggan dan kebijakan bisnis yang unik,
filosofi manajemen Lotte dibangun dari mission statement "Selalu Bersama Anda -
Always With You", manajemen Lotte berpusat pada pelanggan yang fokusnya
menciptakan kepuasan dan kepercayaan setiap pelanggan.

SONY CORPORATION -kasus 2-


* Review : Perkembangan suatu perusahaan asal jepang yang kini sukses dengan bukti produknya yang mendunia

*latar belakang : Pengalaman suatu perusahaan yang tentu saja tidak selalu berjalan mulus untuk itu perlu di telusuri bagaimana suatu perusahaan dapat menyelesaikan masalahnya hingga dapat sukses seperti sekarang ini

*topik masalahnya :
1.KESUKSESAN SONY
bagaimana produk pertama sony berupa Walkman yang begitu melegenda awal masa suksesnya
2.KEGAGALAN SONY
kejadian akan pelangaran hak cipta serat kertingalannya tekhnolgi dengan kompetitornya akibat kasus tersebut

Raja Pencat-Pencet Tak Mau Geser -kasus 1-


* Review :Situasi dimana di era global ini,tuntutan akan kebutuhan mobilitas yang yang cepat di butuhkan.Kali ini salah satu vendor penyedia layanan tersebut

*latar belakang : kebutuhan informasi ini ,menjadikan peluang suatu perusahaan untuk menciptakan value perusahaan, two way dan direct communication juga semakin aktif, ekspektasi dan tingkah laku pelanggan adanya hubungan personel, kecepatan pelayanan
dan kenyamanan

10 Bak Sampah Raib Digondol maling !


JAKARTA, KOMPAS.com — Ternyata tidak hanya barang berharga yang menjadi incaran maling, bak sampah pun tak luput dari incaran tangan-tangan orang tidak bertanggung jawab. Bahkan, selama tahun 2010 tak kurang 10 bak sampah besi hilang di wilayah Jakarta Barat.

Kesepuluh bak sampah yang hilang itu, di antaranya, adalah di Kelurahan Kembangan Utara (2 unit), di Kelurahan Tamansari (1), dan di Kelurahan Duri Kosambi (1 unit).

“Bak sampah yang hilang terbuat dari besi, modelnya seperti kontainer. Jadi, ketika penuh, sampah bisa langsung diangkut tanpa perlu dipindahkan isinya,” ujar Amir Sagala, Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Barat, Jumat (9/4/2010).

Hilangnya bak sampah itu membuat pekerjaan rumah bagi Suku Dinas Kebersihan Jakarta Barat. Terlebih, volume sampah di Jakarta Barat tergolong tinggi hingga mencapai 6.600 meter kubik per hari.

.

Tuesday, March 9, 2010

PENGAKUAN DUNIA TERHADAP BUDAYA INDONESIA: PENYERAHAN SERTIFIKAT UNESCO UNTUK WAYANG, KERIS, DAN BATIK INDONESIA


Menlu RI Dr. R.M. Marty Natalegawa menyerahkan 4 (empat) sertifikat UNESCO kepada Menko Kesra hari ini (05/02) bertempat di Kantor Menko Kesra. Dari Menko Kesra, sertifikat kemudian diserahkan kepada Menbudpar pada hari yang sama.

Sertifikat tersebut adalah: the Wayang puppet theatre, the Indonesian Kris, Indonesian Batik dan Education and training in Indonesian Batik intangible cultural heritage for elementary, junior, senior, vocational school and polytechnic students, in collaboration with the Batik Museum in Pekalongan.

Penyampaian keempat sertifikat tersebut merupakan bentuk pengakuan UNESCO melalui programnya di bawah Konvensi 2003 tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda (Convention on the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage). Konvensi ini memberikan pengakuan kepada budaya hidup berupa: budaya lisan, seni pentas, adat istiadat dan perayaan, pengetahuan tentang alam dan semesta, dan kerajinan tradisional.

Sertifikat tersebut merupakan pengakuan dunia terhadap kekayaan budaya dan alam Indonesia yang menjadi identitas bangsa Indonesia, khususnya wayang, keris, batik dan “Best Practice” pelestarian budaya batik. UNESCO menyerahakan keempat sertifikat setelah melalui proses penelitian dan penyusunan berkas-berkas nominasi yang diajukan Pemri, dalam hal ini Menbudpar dan Menkokesra, melalui Wakil RI di UNESCO di Paris.

Followers